Perilaku Pemenang : Pantang Menyerah – Bagian 9 dari 11 Pondasi Sukses

“SISU” – SEMANGAT NEGARA FINLANDIA

Pada tanggal 30 November 1939, Negara Finlandia yang memiliki jumlah tentara dan perlengkapan perang lebih kecil diserang oleh Soviet yang raksasa. Finlandia hanya memiliki 340.000 tentara, 32 tank dan 114 pesawat sementara Soviet menyerang dengan kekuatan 760.000 tentara, 6541 tank dan 3880 pesawat. Secara teori Finlandia akan dengan sangat cepat dikalahkan Soviet.

Namun pada tanggal 13 Maret 1940, hanya 3 Bulan setelah Soviet menyerang Finlandia, Soviet mengaku kalah dengan korban jiwa 381.000 tentara dan sedangkan di sisi Finlandia hanya 70.000 tentara menjadi korban. Dalam 3 Bulan Raksasa Soviet dapat dipaksa oleh Finlandia yang lebih kecil untuk menyerah.

Kemenangan Finlandia ini memperkenalkan semangat nasional Finlandia yang dikenal dengan nama SISU.

Joanna Nylund dalam bukunya “Sisu: The Finnish Art of Courage” menerangkan bahwa kata “SISU” dapat diterjemahkan menjadi : “Kegigihan, keteguhan, keberanian, semangat dan ketekunan.  Kata “SISU” berorientasi aksi artinya seseorang tidak banyak bicara mengenai sisu namun bertindak dan memperlihatkan bahwa seseorang memiliki sisu dari tindakan dan aksi yang dilakukan”

Kembali ke sejarah di November 1939 bagi orang Finlandia salah satu sebab kemenangan atas Soviet adalah karena semangat Sisu. Di tengah serba kekurangan dan udara musim dingin hingga minus 20 derajat Celcius. Pasukan Finlandia tidak menyerah melainkan mencari cara cara pintar untuk mengalahkan tentara Soviet.

Jika kita ingin sukses maka kitapun harus memiliki semangat “SISU” dimana kita harus gigih, tekun, dan disiplin untuk tidak menyerah sampai kita mencapai tujuan tersebut.

CARA MEMILIKI SISU

Sisu bukanlah mengenai mencapai atau mendapatkan tujuan seperti naik kelas atau mendapatkan proyek besar. Sisu adalah keberanian dan komitmen untuk menghadapi setiap tantangan yang ada dan bangkit dari kekalahan. Sisu memberi penekanan pada proses perjuangan dan bukan hasil akhir.

Sisu adalah kemampuan untuk melakukan aksi dan tindakan walau badan terasa lemah, semangat mulai memudah dan harapan tampak tiada.

Jadi daripada berpikir bahwa “Semua pasti akan baik pada akhirnya” seseorang dengan semangat sisu akan memiliki keyakinan bahwa kondisi akan menjadi baik bila ia melakukan serangkaian aksi untuk membentuk masa depan yang lebih baik.

Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memiliki “SISU”

  1. YAKINKAN DIRI BAHWA KEGAGALAN ADALAH HANYA SEBUAH PERISTIWA BUKAN IDENTITAS KITA

Sebuah kegagalan hanyalah sebuah episode didalam kehidupan kita dan bukan diri kita, jadi jangan takut dengan kegagalan. Bila kita melihat sebuah kegagalan hanya sebagai sebuah peristiwa yang pasti akan berlalu maka kita tidak akan memiliki ketakutan yang besar terhadap kegagalan dan membuat kita berani untuk bereksperimen lebih banyak dan bergerak maju.

Orang yang melihat bahwa kegagalan adalah identitas diri mereka, akan memandang diri sendiri sebagai individu yang tidak berprestasi dan membuat individu tersebut takut untuk mencoba hal lain, takut untuk terus berjuang dan hanya mencari keamanan dan kenyamanan yang berlebihan.

  1. YAKINKAN DIRI ADA WAKTU BERJUANG DAN ADA WAKTU ISTIRAHAT

Berjuang keras bukan berarti tidak butuh istirahat. Cari keseimbangan dalam hidup ada saat untuk bekerja keras dan ada saat untuk beristirahat. Kenali batas diri sendiri, namun jangan juga terlena dengan istirahat dan kenyamanan yang berlebihan.

  1. KEMBANGKAN KEAHLIAN DAN KARAKTER DIRI SENDIRI

Kapak yang terus menerus dipakai untuk memotong kayu yang keras bila tidak secara rutin diasah akan tumpul dan pada akhirnya tenaga yang dipakai untuk mengayunkan kampak akan terbuang percuma. Demikian juga dengan diri kita. Kepandaian dan keahlian kita kita miliki pada masa masa awal yang membawa kita ke suksesan akan menjadi tumpul bila kita tidak secara rutin memperkaya diri dengan ilmu baru.

Keahlian bisa dikembangkan dengan rajin membaca buku juga dengan mencoba hal hal baru yang menarik kita dan mempraktikkan ilmu baru tersebut untuk memperbaiki diri kita walau hanya 1% sehari (Baca : Cukup 1%)

  1. TERIMA KENYATAAN BAWAH DUNIA INI BAGAIKAN BIDANG MIRING YANG LICIN

Bayangkan dunia ini adalah sebuah bidang miring yang licin dan semua manusia yang berjalan diatasnya menuju garis akhir. Untuk bisa maju diperlukan kecepatan tertentu, bila kita bergerak dengan tidak cukup cepat maka kita hanya akan berjalan ditempat dan bila kita berhenti maka kita akan tergelincir mundur. Inilah kenyataan dunia yang kita hidupi.

Karena itu walau dalam kondisi capai dan lelah teruslah berjalan maju, jangan menyerah, istirahat sebentar bila diperlukan, silahkan bersedih sebentar pada saat patah semangat namun ingat bahwa kita harus melangkah maju kembali.

KESIMPULAN

Kesuksesan bukanlah permainan siapa yang paling kuat, pintar dan cepat. Kesuksesan adalah permainan siapa yang bertahan paling lama. Semangat “sisu” membuat kita bertahan lebih lama di dalam perjalanan menuju sukses diri kita. Usaha Bakmi Gajah Mada yang terkenal membutuhkan waktu 20 tahun untuk menjadi sebesar sekarang, Bob Sadino pemilik Kemchick,Kem Food dan Kem Farms perlu waktu 18 tahun, Mark Zuckerberg pendiri Facebook memerlukan 11 tahun, Elon Musk membutuhkan waktu 16 tahun dan Michael Bloomberg membutuhkan waktu 24 tahun.

Memiliki semangat Pantang Menyerah adalah salah satu Pondasi Sukses yang harus dimiliki.


POLA PIKIR DASAR

KEAHLIAN DASAR MENJADI AHLI 

SISTIM PENDUKUNG

PRILAKU PEMENANG

Loading...