Pena Luar Angkasa dan Usaha yang Berkisanambungan

Dimasa “Space race” antara Russia dan Amerika, kedua belah pihak menemukan bahwa kondisi tanpa gravitasi di luar angkasa membuat ballpoint tidak berfungsi,hal ini menyulitkan astronot didalam mencatat perjalanan mereka di luar angkasa, setelah bertahun-tahun riset dengan biaya jutaan dollar akhirnya pihak amerika serikat mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menciptakan sebuah ballpoint yang bisa dipakai didalam kondisi tanpa gravitasi, tahan suhu extreme, bahkan bisa dipakai di dalam air, sementara pihak Russia mengumumkan bahwa mereka sudah menemukan alat tulis untuk luar angkasa dari dahulu, yaitu pensil.

Ilustrasi diatas sering dipakai untuk menggambarkan terkadang solusi untuk masalah yang paling rumit datang dari hal yang paling sederhana dan sudah didalam jangkauan kita. Namun untuk sekarang kita akan melihat ilustrasi ini dari sudut pandang yang berbeda.

Tentu saja pihak amerika serikat tidak bodoh, sebelum amerika serikat menciptakan ballpoint luar angkasa tersebut, sama seperti pihak Russia mereka pun menggunakan pencil untuk mencatat perjalanan luar angkasa mereka, tentu di luar angkasa juga dilengkapi dengan computer untuk mencatat perjalanan mereka, jadi sebetulnya tanpa adanya ballpoint luar angkasa tersebut posisi amerika serikat dan Russia ada pada posisi yang sama.

Namun posisi ini berubah pada statement “Amerika serikat telah berhasil menciptakan ballpoint untuk luar angkasa” disini berarti amerika serikat telah menggungguli lawan mereka yaitu pihak Russia.

Sebuah bisnis yang berkesinambungan (Sustainable business) adalah business yang bisa beradaptasi dengan perubahan, dari cara sebuah business beradaptasi dengan perubahaan kita bisa melihat apakah bisnis ini benar-benar sustainable atau hanya hampir sustainable (salah gerak sedikit bisa jatuh)

Perbedaan antara benar benar sustainable dan hanya hampir sustainable terdapat jauh didalam proses bisnis perusahaan, sebuah business yang sustainable beradaptasi by design, maksudnya, business tersebut sudah merencanakan untuk melakukan perubahan tersebut dari jauh-jauh hari (biasanya masuk dalam hitungan tahun 2-5 tahun) sementara perusahaan yang hampir sustainable melakukan adaptasi atas desakan pasar dan bersifat dadakan.

Dalam penciptaan business yang sustainable terdapat 2 macam proses bisnis yang amat crucial , yaitu :

Product Management : Proses business didalam organisasi yang focus didalam memanage dan me-monetize (me-duitkan) business

Product Development : Proses business didalam organisasi yang focus didalam pengembangan product

Product Management beroperasi untuk jangka waktu yang pendek biasaya 1-2 tahun, sementara Product Development beroperasi untuk jangka waktu yang panjang biasanya 2 – 5 tahun, Riset and Development adalah salah satu proses yang ada didalam Product Development

Konsisi pasar yang terus menerus berubah sangat menyita waktu dan perhatian perusahaan, jika seluruh bagian dari sebuah bisnis fokus untuk mengatasi perubahan pasar ini maka bisa dipastikan bisnis tersebut tidak akan memiliki rencana jangka panjang yang bisa applikasikan dengan baik, karena itu diperlukan bagian lain didalam perusahaan yang bertugas untuk meramalkan dan menciptakan produk – produk untuk mengatasi perubahan pasar tersebut.

Bagian dari bisnis yang fokus bereaksi terhadap perubahan pasar adalah Product management, fungsi utama dari Product Management, adalah memanage product agar bisa menghasilkan revenue,sementara fungsi yang berorientasi  mengembangkan product hingga 2-5 tahun kedepan disebut product development

Sebuah business beroperasi didalam resource constrain (kendala yang tercipta karena kurangnya sumber daya), apakah itu financial resource, human resource, dan resource lainnya, oleh karena itu sebuah bisnis perlu secara serius mengalokasikan resource terbatas yang mereka miliki untuk mengoperasikan product management dan product development .

Untuk melihat bagaimana business mengalokasikan resource mereka kedalam 2 fungsi ini, kita akan melihat perusahaan besar yang sudah menjalankan 2 fungsi ini :

Berdasarkan data2 yang ada di internet, pada umumya sebuah business mengalokasikan 3,5 % dari gross revenue mereka untuk Product Development. Bagi business2 yang sangat mengandalkan teknologi tinggi seperti manufaktur computer bisa mengalokasikan hingga 7 %, sebuah perusahaan biotech (Allergan) mengalokasikan 43,4%, perusahaan farmasi (Merck & co) 14,1% Novartis 15,1% Erickson 24,9 %

Melihat data2 diatas dan biasanya business di Indonesia belum mencapai tahap riset sedalam perusahaan- perusahaan diatas maka angka 3,5% menurut saya adalah angka maksimal yang pantas untuk dialokasikan.

Besarnya alokasi budget product development harus menyesuaikan dengan pola bisnis yang dilakukan,sebuah perusahaan general trading tidak memerlukan product development yang sedalam sebuah perusahaan manufaktur handset.

Didalam alokasi budget 3,5% terdapat elemen-elemen gaji, biaya bahan baku dan overhead cost, biaya – biaya ini nantinya perlu dicantumkan didalam profit margin, karena itu bagi perusahaan seperti Boeing, mereka bisa mengambil margin sampai 90%, dengan production cost hanya 10% dan sisanya adalah biaya riset, Boeing sendiri menerima net profit margin hanya sebesar  40% dan setelah dikurangi dengan production cost dan development cost.

Namun bagi boeing Product development sangatlah penting karena mereka adalah pemain terdepan didalam industry aviasi, untuk tidak mengembangkan teknologi baru bisa berarti bunuh diri perlahan.

Lalu bagaimana dengan kita ?

Jaga kelangsungan bisnis kita dengan mengalokasikan fungsi khusus didalam organisasi untuk merubah bisnis kita by design tidak karena desakan atau kesempatan pasar.

sustain your business by allocating specific function in your organization to change the business by design not merely depending on opportunity

Leave a reply