networkApakah Networking menurut Anda ? pergi kesebuah acara (event) lalu berkenalan dengan banyak orang, mengumpulkan kartu nama lalu pulang dan beberapa hari kemudian mulai berkirim email atau mulai menelpon dan berusaha mengubah itu menjadi bisnis

Jika ini adalah defenisi networking bagi Anda, hal ini tidak sepenuhnya benar tapi tidak juga sepenuhnya salah. Pada umumnya kita follow up dengan bertukar kartu nama dan kirim email atau telepon tanpa mengerti apa filosofi dasar di balik aktifitas tersebut.

Telepon dan kirim email hanyalah media, isi/content yang ada di media tersebut lebih penting dan lebih penting lagi apa motivasi yang ada di balik isi/content tersebut.

DEFENISI NETWORKING

Definisi networking bagi saya adalah :

Beraktifitas diantara berbagai pelaku industri dengan bermacam afiliasi, latar belakang, tujuan dan insentif. Untuk ini saya perlu memformulasikan sebuah model bisnis bukan sekedar model fungsional dan berusaha menempatkan diri saya dan membentuk koalisi koalisi dalam bentuk jaringan (network) untuk menjual ide – ide saya dan bersaing untuk sumber daya (resources) yang mereka miliki.

Ribet ya ? mari saya bimbing satu persatu :

  1. Beraktifitas : beraktifitas disini dalam arti networking adalah menunjukan value diri kita dan menunjukan solusi yang kita berikan kepada pelaku industri. Karena tujuannya adalah untuk terkoneksi ke berbagai afilasi dan industri maka solusi yang saya tawarkan juga harus beragam.
  2. Insentif : untuk bisa membuat diri kita terkoneksi kita perlu bisa menciptakan nilai tambah di sisi kita dan di sisi pihak yang lain, bila insentifnya kurang besar maka tidak akan terjadi kecocokan dan hubungan pun tidak terbangun. Berbagai industri memiliki keinginan insentif yang berbeda pula, ada yang butuh uang, waktu, keahlian, dll. Tugas kita adalah untuk bisa mengidentifikasi apa kebutuhan mereka dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.
  3. Formulasikan model bisnis bukan model functional : apapun pangkat kita, pola pikir menciptakan model bisnis sangat penting , pola pikir ini yang banyak tidak dimiliki oleh banyak orang. Model Bisnis dalam arti singkat adalah memberikan solusi kepada semua pihak (Solusi yang mungkin berbeda bagi setiap pihak) . Kecenderungan kita untuk membenci salesman karena mereka hanya memikirkan model functional yaitu menjual. Sementara sebuah model bisnis adalah sebuah pola pikir yang mempertimbangkan insentif untuk semua pihak yang terlibat didalam sebuah penjualan.
  4. Koalisi dalam bentuk Network : disini analogi saya adalah bayangkan Anda adalah kepala keluarga mafia yang besar terdiri dari berbagai keluarga keluarga mafia lainnya. Cara agar keluarga keluarga lain tetap mengakui kepemimpinan Anda dan tidak melakukan kudeta adalah dengan menjamin bahwa keluarga keluarga lain mendapat insentif yang berlimpah dan merasa makmur dan aman berada didalam keluarga Anda.

Itulah maksud dari Koalisi dalam bentuk Network. Anda mempunyai berbagai koalisi yang bersedia untuk memberikan/meminjamkan resource mereka (uang,keahlian,tempat kerja, dll) kepada Anda karena mereka tahu dengan demikian mereka akan mendapatkan insentif yang berlimpah di masa depan.

NETWORK TIDAK PERLU JUMLAH BESAR

Dengan defenisi Networking yang dijabarkan diatas maka kita akan sadar, bahwa kenal dengan banyak orang dan punya koleksi kartu nama sampai berbuku buku bukanlah indikator bahwa kita sudah melakukan Networking dengan baik.

Networking yang baik pada umumnya tidak melibatkan banyak orang, pebisnis unggul mempunyai hanya sekelompok kecil orang didalam network mereka, namun kelompok kecil ini memiliki rasa saling percaya yang besar dan saling bersedia untuk tukar menukar sumber daya/ resource (keahlian, uang, legalitas, etc). Pertukaran sumber daya ini dalam intensitas tinggi yang membuat koalisi ini subur dan mendapat insentif yang berlimpah.

Untuk berhasil dalam networking anda harus menjadi seorang konektor yang unggul yang selalu mempertimbangkan :

  1. Timing (Waktu) : Kapan waktu yang tepat untuk menghubungi seseorang dan menceritakan ide kita dan meminta sumber daya dari mereka.
  2. Kedalaman : Seberapa dalam kita mempunyai informasi yang dibutuhkan pihak lain dan seberapa dalam kita mengenal pihak lain.
  3. Bahasa : Kita perlu dapat menterjemahkan berbagai istilah istilah dari satu industri ke industri lain Koalisi yang beranggotakan berbagai pihak dengan berbagai afiliasi, latar belakang, tujuan dan insentif
  4. Tidak memaksa : Jangan paksakan sebuah koneksi terjadi, biasanya faktor insentif lah yang menghalangi terciptanya koneksi antar koalisi. Kondisi juga mementukan pihak yang sedang “lapar” biasanya akan bersedia untuk terkoneksi kebanyak pihak sementara pihak yang merasa sedang diatas angin akan cenderung untuk tidak ingin terlibat di hal baru.

MEMIMPIN KOALISI ANDA SENDIRI

Pembeda antara pemimpin dan seorang manager adalah pemimpin mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan  dan merekrut orang atau group yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Merekrut berbagai pihak, menciptakan sekutu dan simpatisan, menganalisa papan catur perpolitikan dan menjadi konektor yang menginisiasikan diskusi diskusi antara koalisi yang belum terhubung.

Disini saya sadar banyak yang akan berfikir ini semua terlalu “politis”  dan memutuskan untuk tidak sepaham. Bagi saya teman baik sama dengan sekutu karena hasil akhirnya pun sama. Kesediaan Anda untuk melihat hal yang “politis” sebagai suatu kewajaran didalam mendapatkan sumberdaya (keahlian, dana, waktu legalitas) akan menentukan seberapa cepat Anda bisa menciptakan solusi dan mencapai tujuan akhir Anda.

Disini bukan berarti penciptaan kelompok ekslusif seperti gang atau organisasi didalam organisasi. Sebuah organisasi memang perlu mewaspadai terjadinya koalisi koalisi yang tercipta didalam tubuhnya jika mengarah ke hal yang kontra produktif, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah untuk merotasi anggota koalisi tersebut ke departemen yang berbeda. Lebih baik lagi jika individu di koalisi tersebut di rotasi ke departement yang sedang tidak performing, tujuannya adalah agar individu tersebut bisa menggunakan networknya untuk merubah departement tersebut dari under performing menjadi performing. (Dengan coaching yang tepat ke individu tersebut karena langkah ini biasaya dilihat sebagai pengotakan atau penurunan pangkat)

KUNCI KEBERHASILAN NETWORKING

Kunci keberhasilan Netwoking adalah daya ungkit (leverage) kemampuan untuk mangatur arus informasi, dukungan dan sumberdaya dari satu koalisi ke koalisi lainnya.

Networking juga berarti menggunakan cara cara tidak langsung seperti menggunakan orang lain untuk meyakinkan pihak lain, menempatkan dan menghubungkan seseorang di posisi strategis walau terkadang orang tersebut tidak menyadarinya.

Networking bukanlah pasif tetapi aktif, seorang Networker dengan aktif membentuk dunianya melalui koalisi koalisi dan indahnya adalah semua mendapatkan insentif dari terbentuknya dunia ini.

Networking menghabiskan banyak waktu dan konsentrasi karena itu pada umumnya Networking dilakukan di level executive namun itu bukan berarti bahwa filosofi dasar dan pembentukan Network tidak bisa dimulai di tingkatan terbawah.

Kegiatan operasional harian butuh pengungkit (leverage) dan Networking adalah senjata rahasia yang banyak orang tahu tapi enggan untuk menggunakannya.

Baca : Menciptakan Kesempatan

PENUTUP

Pebisnis besar Indonesia seperti, Chairil Tanjung, Sudono Salim, Harry Tanoe, Bob Sadino, semua adalah orang hebat yang mampu membangun dunianya dalam waktu relatif singkat. Keahlian operasional mereka dipadukan dengan Networking adalah kunci rahasia kesuksesan mereka.

Membangun Network adalah perihal kegigihan hati. Ketika usaha kita tidak membuahkan hasil kita kerap dengan cepat menilai diri kita tidak cocok untuk Networking. Networking adalah keahlian dan bukan bakat yang perlu terus dilatih.

Transformasi dari seseorang yang melihat bahwa jalan utama menuju kesuksesan adalah melalui keberhasilan kegiatan operasional sehari hari saja dan berubah menjadi seorang pemimpin yang membangun dan bekerja melalui network tidaklah mudah.

Transformasi tersebut bisa terwujud dengan merubah cara pandang diri dan membangun relasi baru serta menciptakan citra diri (image). Transformasi baru bisa benar benar terjadi bila Networking tidak dianggap sebagai suatu hal tabu (karena sifat politisnya) yang perlu dijauhi tetapi diterima sebagai alat (tools) yang mendukung kepemimpinan kita didalam penciptaan dunia kita.

Seperti internet cepat yang bisa digunakan untuk pornografi atau untuk riset, atau pisau tajam yang bisa digunakan untuk memasak atau membunuh. Sifat politis didalam networking tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang buruk dan jahat saja. Bahkan virus yang jelas-jelas musuh manusia bisa digunakan sebagai vaksin yang menguatkan manusia.

Kembangkan Network Anda dari lingkup terdekat dan lihatlah bagaimana bola salju kecilmu bergulir menjadi bola salju besar.

Baca : Modal Sosial , Social Capital

butuh diskusi email saja : sander@sapiterbang.asia