Bekerjalah dengan Hati (Passion – Renjana) maka kamu tidak akan merasa seperti bekerja !

Kutipan diatas adalah kutipan favorit banyak orang dan ada banyak versi yang pada intinya , Carilah Passion / Renjana kamu maka kamu akan semangat dalam bekerja dan kemungkinan kamu sukses akan lebih jadi lebih besar.

Blog serial mengenai Manajemen Kegagalan saya buat ketika saya sedang menghadapi kegagalan besar di usaha saya. Menulis blog ini adalah salah satu cara saya untuk tetap menjaga kejernihan pikiran saya dan juga sarana bagi saya untuk menangkap emosi yang ada dan belajar dari emosi tersebut.

Jika ditanya 6 bulan yang lalu apakah saya bekerja sesuai dengan Renjana saya, maka saya akan berkata “ Ya !! pasti 100%” tapi jika saya sekarang didalam masa kelam saya ditanya hal yang sama saya akan berkata “Tidak ! karena.. alasan 1, alasan 2, dkk”.

Lalu saya bertanya kenapa bisa berubah seperti itu ? maka saya coba merumuskan sebetulnya Renjana itu apa? Akhirnya saya pun merumuskan Renjana sebagai berikut :

Keahlian kita = Hal yang dimana kita menjadi ahli dibidang tersebut, kita mengetahui luar dalam bidang tersebut.

Keahlian kita + Hasil yang baik  = (menghasilkan) Renjana

Renjana memberikan semangat bagi kita untuk terus menyempurnakan keahlian kita dan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Namun bila hasilnya tidak baik

Keahlian kita + Hasil yang tidak baik = (menghasilkan) frustasi

Frustasi ini lah yang sering saya rasakan di masa-masa sulit ini.

Jadi dari gambaran ini, Keahlian kita sama bahkan didalam masa-masa sulit ini Keahlian saya bertambah namun karena hasilnya tidak baik bukan Renjana yang saya dapatkan tetapi Frustasi.

Jadi apakah itu Renjana ?

Renjana bukanlah awal dari sesuatu, bukan sesuatu yang perlu kita cari. Renjana adalah hasil, Renjana adalah akibat bukan sebab, Renjana bukanlah sumber.

Renjana adalah emosi positif yang kita dapatkan ketika sesuatu berhasil yang menjadi bahan bakar bagi kita untuk terus mengembangkan keahlian kita.

Didalam masa sulit ini saya belajar untuk mengesampingkan emosi frustasi dan tetap melangkah walau tampaknya tidak ada harapan lagi dan semua yang saya kerjakan sia-sia.

Seperti seorang petani di musim kemarau yang mengharapkan hujan saya memilih untuk mengesampingkan emosi kekecewaan dan terus mengerjakan lahan dan menunggu datangnya hujan.

Langkah selanjutnya

Renjana adalah hasil, Renjana adalah emosi positif, Renjana bukanlah sumber.

Membangun usaha adalah seperti didalam sebuah pertandingan dimana didalam pertandingan itu yang menang adalah pemain yang bisa tetap bertahan hingga garis finish, tidak perduli seberapa banyak kegagalan yang ditemui selama pemain itu tetap dalam pertandingan dan bisa mencapai garis finish maka pemain tersebut akan menang.

Sebagai usahawan stamina kita untuk tetap bisa bertahan, tetap bekerja dan beraktifitas di tengah situasi yang mengecewakan adalah hal yang sangat penting karena itu jauh lebih baik bila kita mencari tahu apa keahlian kita dan terus mengembangkan keahlian kita tersebut hingga di masa depan ketika situasi dan kondisi pas dan sesuai dengan harapan kita maka kita pun mendapatkan hasil yang baik.

Karena dengan memfokuskan diri untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan baik dan mengesampingkan emosi-emosi kita akan bisa melalui masa-masa sulit kita dengan lebih baik dan tidak besar kepala ketika melalui masa-masa panen.

Tetaplah kerjakan lahan kita walau hujan tidak kunjung datang karena suatu saat nanti hujan pasti akan datang.