Manajemen kegagalan : Uang hanya cukup untuk 1 bulan and 1 hari

Saya rasa saya bukan satu-satunya usahawan yang pernah ada didalam kondisi dimana kondisi keuangan perusahaan hanya cukup untuk membiayai satu bulan gaji dan biaya-biaya lainnya. Namun ini adalah pengalaman pertama saya “terjebak” didalam kondisi ini.

Saya “terjebak” didalam kondisi ini karena salah satu investasi puluhan  ribuan USD kita tidak menghasilkan hasil sesuai harapan kita, alhasil “terjebak”lah saya didalam kondisi ini.

Blog serial mengenai Manajemen Kegagalan saya buat ketika saya sedang menghadapi kegagalan besar di usaha saya. Menulis blog ini adalah salah satu cara saya untuk tetap menjaga kejernihan pikiran saya dan juga sarana bagi saya untuk menangkap emosi yang ada dan belajar dari emosi tersebut.

Didalam kondisi “menghitung hari, detik demi detik”  (meminjam dari lirik lagu Krisdayanti) ada beberapa hal yang saya pelajari.

  1. Tidak ada yang memalukan dari situasi ini.

Kebiasaan saya jika saya terjebak dalam sebuah situasi yang tidak enak maka saya pun akan lari ke paman Google, mulailah saya mencari artikel atau video mengenai kondisi saya, ternyata saya menemukan banyak usahawan terkenal kelas dunia yang pernah “terjebak” disituasi yang sama.

Masalah saya adalah masalah kecil dibandingkan hutang sebesar USD 300.000 Barbara Corcoran (Pengusaha real estate Amerika)  kepada Citibank atau kondisi keuangan Elon Musk di tahun 2008 .

Mereka adalah manusia – manusia biasa seperti saya dan mereka pun survive dari situasi ini.

Penemuan ini menguatkan saya, saya pasti bisa melalui “jebakan” ini

  1. Saya tidak akan tiba-tiba mati dari situasi ini

Saya pun mulai memilah – milah rasa takut saya, saya berbicara dengan Ego saya (baca Ego dan rasa takut) dan resiko yang ada didepan saya bukanlah resiko besar seperti kematian. Saya sangat ditenangkan oleh istri dan keluarga saya yang terus mendukung secara moral.

  1. Hidup itu bukan melulu pekerjaan.

Jebakan ini membuat saya sadar bahwa ada banyak hal yang lebih penting daripada pekerjaan, usaha dan karir. Ketika saya menceritakan kondisi ini kepada istri saya dan istri saya memberikan dukungan moral kepada saya, saya pun menyadari bahwa ada banyak hal yang jauh lebih penting dari pekerjaan, usaha dan karir. Pekerjaan, usaha dan karir hanyalah alat untuk mencapai tujuan kita. Bila alat ini “rusak” dan tidak bisa “dipakai” lagi kita selalu bisa mencari alat baru.

  1. Manajemen Keuangan pribadi menyelamatkan saya

Walau kondisi kas perusahaan sedang miris namun Puji Tuhan kondisi keuangan pribadi saya tidak demikian. Disiplin didalam memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan menolong saya tetap waras didalam kondisi yang penuh tekanan ini.

Mengetahui bahwa saya dan keluarga masih mempunyai tabungan untuk hidup beberapa bulan kedepan memampukan saya untuk tetap waras dan berfikir jernih didalam mencari cara memperbaiki kondisi kas perusahaan.

  1. Usaha bisa saja hilang tapi ilmu dan pengalaman saya akan selalu tetap

Jika usaha saya hilang apakah itu berarti saya menjadi manusia hina ? tidak juga, jika usaha saya hilang apakah saya tiba-tiba akan menghilang dari dunia ini ? atau tiba-tiba saya berubah jadi tikus got kecil ? tentu saja tidak.

Usaha saya bisa saja hilang namun ilmu dan pengalaman yang saya dapat akan terus tetap bersama saya. Malah nilai jual saya bisa dikatakan menjadi semakin mahal karena ilmu dan pengalaman extra yang saya miliki.

Seorang usahawan yang belum pernah gagal dibandingkan dengan usahawan yang sudah gagal berkali-kali dan tetap eksis di industrinya , jauh lebih berharga nilai usahawan yang sudah gagal berkali-kali dan tetap eksis di industrinya.

Kondisi “jebakan” ini memberikan nilai tambah kepada saya, apalagi bila saya bisa membalikkan kondisi negative ini ke kondisi positif.

  1. Jangan diam saja selama besok masih bisa makan kita kerja maksimal hari ini.

Saya bertanya pada diri sendiri “besok masih ada uang untuk makan ?” jawabannya “masih” “Bulan depan masih bisa gajian” jawabannya “masih”… “berapa hari kita bisa bertahan ? “ “tanpa suntikan dari luar atau invoice baru kita bisa tahan extra 30 hari dari akhir bulan”

Kesimpulannya saya ada waktu 30 hari lebih untuk mencari cara memperbaiki kondisi kas perusahaan. Jika saya hanya punya 30 hari, mari kita maksimalkan 30 hari ini. Banyak hal yang bisa terjadi didalam 30 hari itu, invoice bisa cair, project baru bisa datang banyak hal baik yang bisa terjadi.

Tugas saya sebagai petani di kemarau panjang ini adalah menyiapkan ladang sebaik saya mungkin selama menunggu datangnya hujan.

Baca : takut mencoba

Keberhasilan adalah lompatan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tugas kita adalah untuk belajar dari kegagalan yang lalu dan mempersiapkan diri untuk kegagalan di masa depan. Untuk tetap berada didalam pertandingan ini, karena pemenangnya adalah mereka yang bisa terus bertanding walau didera berbagai kegagalan.

Leave a reply