Manajemen Kegagalan : Mahalnya biaya dari tidak mencoba

Kutipan favorit saya adalah : “Saya sudah tahu hasil akhir dari tidak mencoba, saya belum tahu apa hasil dari mencoba”

Maksud dari kutipan ini adalah, dengan tidak mencoba hasil akhirnya tentu saja tidak ada namun jika kita mencoba maka hasil akhirnya adalah 50-50 antara berhasil atau tidak berhasil. Kesempatan 50-50 jauh lebih baik daripada 0 besar.

Mengapa kita takut Mencoba

Mengapa kita takut mencoba ? kita takut mencoba karena kita berfikir terlalu jauh kedepan dengan emosi negative.

Contohnya : Kita takut melakukan suatu inisiatif di kantor karena :

  1. takut di marahi bos, kita takut dimarahi bos
  2. karena jika kita dimarahi bos maka kita bisa dipecat
  3. jika kita dipecat maka kita tidak dapat gaji
  4. jika kita tidak dapat gaji maka kita dan keluarga kita tidak bisa makan
  5. jika kita tidak bisa makan maka kita dan keluarga kita akan mati.

Jadi kita takut mencoba inisiatif baru di kantor karena kita takut mati. Otak kita langsung terjun kepada kesimpulan terakhir yaitu : inisiatif baru adalah kematian.

Sayapun sering terjebak didalam pola pikir seperti ini, kita sering takut melakukan sales call atau menagih invoice karena kita takut ditolak. Jika kita pikir dengan baik-baik apa resiko terburuk dari ditolak ? sebetulnya tidak ada. Apa resiko dari kita tidak menagih ? kita tidak dapat uang. Tidak mendapat uang jauh lebih buruk daripada di tolak.

Jadi resiko mana yang lebih besar mengalami penolakan selama 5 detik atau kita tidak dapat uang karena kita tidak berani menagih ?

Rasa takut berasal dari Ego

Dengan berada di posisi meminta (berjualan, dkk) terkadang kita merasa di posisi orang yang “dikasihani” karena meminta sesuatu dari orang tersebut.  Ego kita tersentil disini.

Ini adalah emosi yang wajar, namun meminta sesuatu apakah itu kita berjualan atau meminta suntikan dana atau apapun itu adalah suatu hal yang penting dan perlu kita lakukan, jadi apa pilihannya ? Kita sudah tahu cara pasti untuk mendapatkan 0 besar , yaitu dengan tidak melakukan apa-apa dan kesempatan 50-50 jauh lebih baik dari 0 besar maka itu jauh lebih baik menghubungi orang tersebut.

Agar kita bisa berani mencoba kita harus me-manage (bukan menyingkirkan) Ego kita.

Ego adalah hal yang baik, Ego tidaklah 100% jahat !. Ego ada didiri kita dengan tujuan untuk melindungi kita. Ego menjaga kita dari rasa malu, sakit hati dan lain nya.

Namun Ego harus kita manage bila Ego tersebut sudah menghalangi kita dari kita mencapai impian kita.

Mengendalikan Ego = Mengendalikan rasa takut

Rasa takut mencoba berasal dari Ego dan Ego adalah mekanisme pertahanan diri kita yang sebenarnya baik untuk kita.

Karena itu kita perlu memanage ego kita, cara kita bisa mengendalikan ego dan rasa takut kita adalah dengan benar-benar menimbang apa resiko terburuk yang bisa terjadi jika gagal didalam melakukan sesuatu. Setelah itu catatlah resiko itu, biasanya dalam kehidupan sehari-hari resiko itu hampir tidak pernah berujung pada kematian. Jadi resiko-nya tidak pernah sebesar sebuah kematian.

Apa resiko terburuk  dari membuat sebuah sales call = ditolak, jika ditolak ? apa yang perlu dilakukan ? coba hubungi orang yang berbeda atau coba hubungi di lain waktu.

Apa resiko dari menjalankan sebuah usaha = usaha gagal -> apakah dengan gagalnya usaha berujung pada kemiskinan -> belum tentu , tergantung bagaimana kita mengelola keuangan pribadi kita.

Baca : Tetap waras didalam kegagalan karena manajemen keuangan pribadi.

Rasa takut kita terhadap sesuatu bisa kita kendalikan dengan cara menenangkan Ego kita, Ego kita perlu ditenangkan dengan cara kita menjabarkan berbagai resiko terburuk yang bisa terjadi bila kita gagal dan kita berkata pada Ego kita : “Mas Brow Ego.. lihat.. kalau kita gagal gak seburuk itu kok..  yuk..kita coba“

Kesimpulan

Biaya dari tidak mencoba pasti harganya akan selalu jauh lebih mahal daripada tidak mencoba. Namun kita perlu mengakui rasa takut yang ada didalam diri dan menilai serta menggali rasa takut dengan  kebijaksanaan dan pertimbangan yang matang mengenai resiko-resiko yang bisa terjadi sebelum mencoba sesuatu yang baru. Dengan demikian kita mempersiapkan diri untuk maju dan mencoba hal baru.

Jadi tunggu apa lagi ? Segeralah memulai dan persiapkan diri untuk lompat dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya.

Baca : Kegagalan yang produktif mengenai sharing lompat dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya.

Leave a reply