Manajemen Kegagalan: Kegagalan yang Produktif

Sukses itu belum pasti, Gagal itu sudah pasti ! Kita berusaha semaksimal mungkin belum tentu berhasil (sukses) apalagi kalau tidak maksimal.

Ketika tulisan ini dibuat saya sedang di masa dimana satu project besar dengan nilai puluhan ribu USD yang saya harapkan bisa menghidupi perusahaan hingga 3 bulan kedepan sedang diambang kegagalan, investasi sudah dituangkan tapi hasilnya ternyata sangat jauh dari harapan.

Selama 1 minggu belakangan ini saya merenung dan berusaha sekuat tenaga untuk membalikkan situasi namun hingga sekarang belum ada hasil yang berarti. Dari kondisi psikologis yang tidak bisa menerima kondisi ini sekarang sudah bisa menerima bahwa mungkin memang project ini adalah project gagal dari awal.

Jadi apa yang pelajari dari kondisi ini :

  1. Terimalah kegagalan dengan bijaksana

Saya gagal. Titik jangan salahkan siapa-siapa atau situasi, terima didalam diri kita bahwa kita sudah gagal untuk satu hal ini.

Kegagalan di satu hal bukan berarti seluruh hidup kita sudah gagal, Kita mungkin hanya kalah di satu pertempuran masih ada peperangan yang lebih besar yang bisa kita menangkan.

Menerima kegagalan bukan berarti berpangku tangan, tetap usahakan yang terbaik untuk membalikkan situasi hingga garis finish ! teruslah berusaha hingga waktu kita habis dan terimalah hasilnya apapun juga itu.

  1. Belajar sesuatu dari kegagalan kita.

Project saya gagal karena kondisi pasar yang sudah berubah dan saya terlambat untuk menyadarinya dari sini saya belajar sesuatu, saya jadi lebih mengenal kondisi pasar yang ada.

Usahakan untuk melihat jauh didepan dan cari hikmat dari kegagalan yang kita alami, cari hal positif dari kegagalan kita karena inilah fungsi kegagalan dihidup kita yaitu agar kita bisa menambah pengetahuan dan pengalaman dari kegagalan kita.

  1. Hidup kita bukan untuk kerja saja.

Pelajaran berharga yang saya terima dari kegagalan ini adalah, saya bersyukur bahwa saya masih mempunyai keluarga yang mengasihi saya, saya masih punya kesehatan dan kegagalan ini tidak berpengaruh terhadap keuangan pribadi saya. Kegagalan ini berpengaruh terhadap keuangan perusahaan tapi tidak ke keuangan pribadi.

Saya harus menjaga keseimbangan antara bekerja dengan keluarga, dulu saya sangat mengutamakan pekerjaan saya namun sekarang saya mengerti jauh lebih berharga keluarga dari pekerjaan saya. Pekerjaan hanya alat untuk mencapai sesuatu dan kebahagiaan keluarga adalah tujuan utama dan dari keluargalah saya mendapatkan kekuatan untuk bisa terus melangkah.

  1. Disiplin keuangan pribadi dan perusahaan adalah penting.

Saya sangat beruntung karena kegagalan sekarang ini tidak mempengaruhi keuangan pribadi saya sehingga keluarga saya masih bisa terus mempertahankan gaya hidup yang ada.

Pekerjaan bukanlah hidup kita dan memang selayaknya begitu, sehingga bagi para usahawan sangatlah penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan sehingga pada kondisi seperti ini keluarga kita tidak ikut tertarik ke hal negatif dari kegagalan di usaha kita.

  1. Jangan berlama-lama berdiam di kegagalan itu.

Saya gagal di satu project ini bukan berarti kesempatan di project lain tertutup, segera fokuskan energy ke project lain. Jangan berlama-lama di project yang gagal, memang project yang gagal perlu kita benahi tapi jika kita sudah tahu bahwa jika kita terus meluangkan waktu di project yang gagal tidak akan memberikan hasil yang signifikan lebih baik sebagian besar dari energi kita , kita alihkan ke project lain yang lebih berpeluang.

  1. Keberhasilan adalah lompatan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain.

Kegagalan dan keberhasilan adalah bagian dari hidup ini, peristiwa ini adalah kegagalan besar pertama saya sebagai usahawan dan saya yakin akan ada kegagalan besar lainnya menunggu didepan. Sekarang saya sudah lebih siap untuk menghadapi kegagalan yang lain didepan.

Kegagalan di titik ini membekali saya dengan pengalaman dan pengetahuan yang berharga yang pasti berguna untuk masa depan.

Kita harus mempersiapkan diri secara mental dan finansial untuk potensi gagal dimasa depan, Selalu sedia payung sebelum hujan karena keberhasilan sebenarnya adalah lompatan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain.

Satu kalimat  “self talk” yang selalu ada di benak  :

“Kalau dapur pribadi masih bisa “ngepul” 1 bulan lagi dan gajian serta biaya-biaya bisa tercover 1 bulan lagi. Jalani saja hari demi hari, kita tidak tahu besok dapat rejeki apa”

Berhasil dan gagal adalah hal yang pasti didalam kehidupan ini yang penting bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi semuanya itu.

Beberapa artikel didalam seri Manajemen Kegagalan ini yang menarik untuk dibaca

Leave a reply