Maksud tersembunyi dari pertanyaan “Apa kelemahan kamu ?” ketika kamu di interview pekerjaan

14Ketika kita menerima panggilan untuk wawancara (interview) pekerjaan itu adalah suatu hal yang baik untuk kita dan kita perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa lulus dari wawancara pekerjaan tersebut dan selangkah lebih dekat dalam mewujudkan cita-cita kita.

Tidak ada jawaban yang sempurna didalam menjawab pertanyaa ini namun kita bisa melihat sebetulnya bagaimana kita harus bersikap kita pewawancara dengan menyakan pertanyaan ini :

  1. Pewawancara ingin mengetahui bagaimana cara kita mengatasi kelemahan kita.

Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mencari tahu bagaimana kita keluar dari permasalahan yang kita temui, jadi mulailah menjawab dengan menceritakan kondisi dimana kita ada masalah dan bagaimana kita bisa keluar dari masalah itu dan jangan lupa untuk turut menyebutkan :

  • Bantuan rekan kerja lain didalam menyelesaikan masalah tersebut, hal ini menunjukkan kita bisa bekerja sebagai tim
  • Jangan menyalahkan pihak lain sebagai sumber masalah tersebut
  • Masalah tersebut muncul karena memang situasi dan kondisi yang menyebabkan hal tersebut.
  1. Jangan bunuh diri dengan menyatakan keahlian kita sebagai kelemahan kita.

Contohnya adalah “kelemahan saya adalah saya sangat berorientasi pada detail jadi sering terlambat dalam memenuhi deadline”. Pernyataan ini sama saja dengan menciptakan kontradiksi yang tidak perlu dalam proses wawancara karena orientasi pada detail adalah hal yang bagus namun didalam wawancara dikondisikan sebagai suatu hal yang jelek. Sementara didalam sebuah wawancara kita ingin menciptkan citra yang positif tanpa kontradiksi.

Fokuslah pada kondisi yang memang bisa kita perbaiki, contohnya “Didalam tekanan deadline yang menumpuk saya cenderung untuk mencampur adukan prioritas saya, hal ini saya atasi dengan menenangkan diri sejenak dan kembali mereview list prioritas saya”

  1. Jangan membicarakan kelemahan sikap pribadi kita.

Contohnya : kelemahan saya adalah pemarah atau kelemahan saya adalah suka iba terhadap orang lain.  Didalam dunia kerja professional sikap – sikap individual tidaklah relevan karena kita semua dituntut untuk bisa menjaga emosi dan bersikap professional. (Paling tidak itu normative ideal di dunia kerja)

 

  1. Selalu bersikap jujur dan professional

Jangan pernah berbohong mengenai diri kita ketika proses wawancara untuk pekerjaan selalu bersikap professional. Ceritakan semua apa adanya tentu saja dengan sentuhan profesionalisme bukan sentuhan seorang teman yang sedang curhat.

Catatan : bersikap professional bukan berarti dingin tapi berarti mampu menempatkan diri pada konteks yang diperlukan.

Baca : Maksud tersembunyi dari pertanyaan “Apa hobi kamu, ketika interview pekerjan”

Baca Juga : Menciptakan Peluang

Leave a reply