Arus kas adalah bagikan darah bagi perusahaan, sama seperti manusia bila kehabisan darah makan akan mati.

Perusahaan bisa saja punya keuntungan besar namun mati karena aliran kas terganggu dan perusahaan yang merugi bisa saja tetap hidup karena aliran kas yang lancar.

Arus kas adalah aliran kas masuk dan kas keluar, jadi perusahaan bisa saja diatas kertas mempunyai keuntungan yang besar namun bila tidak bisa melakukan penagihan dan mengambil keuntungan tersebut maka perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan didalam membayar kebutuhan sehari-harinya dan bila tidak bisa membayar kebutuhan sehari-hari maka akan mati.

Banyak wirausahawan pemula hanya menekankan pembukuan pada Laporan Rugi Laba dan tidak mempunyai Laporan Arus Kas.

Laporan Rugi Laba tampak seperti ini :

Penjualan : Rp. 200.000
Biaya : Rp. 30.000
Keuntungan : Rp. 170.000

 

Sekilas terlihat bahwa usaha tersebut mempunyai keuntungan sebesar Rp. 170.000

Namun yang tidak diketahui adalah apakah uang Rp. 170.000 ini sudah diterima atau masih berupa piutang yang masih perlu ditagih.

Laporan Arus Kas menunjukkan :

  1. Aliran Kas Masuk
  2. Aliran Kas Keluar

Saya menggunakan format Laporan Alur Kas saya sendiri sebagai berikut :

Pendapatan Pendapatan

yg sudah diterima

Biaya Laba

Operasional

Arus Kas
Bulan Masuk Keluar Saldo
1 100.000 30.000 30.000 70.000 30.000 30.000 0

 

Bila melihat contoh diatas, pendapatan di bulan pertama adalah 100.000 da biaya sebesar 30.000 berarti ada keuntungan sebesar 70.000. Namun pendapatan yang sudah diterima hanya 30.000 dengan biaya dibulan tersebut sebesar 30.000 berarti saldo kas yang dimiliki adalah 0.

Jika kita hanya melihat Laba usaha maka kita akan berfikir bahwa kita punya uang sebesar 70.000 padahal sebenarnya uang kita 0

Dan dengan saldo 0 kita tidak bisa melakukan pembayaran berbagai aktifitas yang diperlukan.

Karena itu selain memfokuskan usaha pada menciptakan pendapatan kita juga perlu memperhatikan kapan pendapatan tersebut bisa terealisasi menjadi kas di rekening kita.

Butuh diskusi tentang cashflow jangan sungkan menghubungi sander@sapiterbang.asia