Keuntungan (Profit) atau Arus Kas (Cash flow) yang lebih penting?

Arus kas adalah bagikan darah bagi perusahaan, sama seperti manusia bila kehabisan darah makan akan mati.

Sebuah kasus perusahaan yang pernah berdiskusi dengan saya omzet yang cukup besar, sebesar 18 Milyar per bulan dengan biaya bulanan 1,3 Milyar perbulan, keuntungan perbulan diangka 300 juta. Perusahaan ini mengalami masalah arus kas (cash flow) ketika kliennya telat membayar selama 3 bulan, berarti perusahaan sudah mengeluarkan uang sebesaar 3,9 Milyar tanpa pemasukan sama sekali.

Dalam perhitungan akutansi perusahaan untung sebesar Rp. 300 juta dikali 3 bulan adalah Rp. 900 juta namun kondisi kas nol karena selama 3 bulan belum menerima pendapatan sama sekali.

Seperti kasus diatas perusahaan bisa saja punya keuntungan besar namun mati karena aliran kas terganggu dan perusahaan yang merugi bisa saja tetap hidup karena aliran kas yang lancar.

PERHITUNGAN ARUS KAS

Arus kas adalah aliran kas masuk dan kas keluar, jadi perusahaan bisa saja diatas kertas mempunyai keuntungan yang besar namun bila tidak bisa melakukan penagihan dan mengambil keuntungan tersebut maka perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan didalam membayar kebutuhan sehari-harinya dan bila tidak bisa membayar kebutuhan sehari-hari maka akan mati.

Banyak wirausahawan pemula hanya menekankan pembukuan pada Laporan Rugi Laba dan tidak mempunyai Laporan Arus Kas.

Laporan Rugi Laba tampak seperti ini :

Penjualan : Rp. 200.000
Biaya : Rp. 30.000
Keuntungan : Rp. 170.000

 

Sekilas terlihat bahwa usaha tersebut mempunyai keuntungan sebesar Rp. 170.000

Namun yang tidak diketahui adalah apakah uang Rp. 170.000 ini sudah diterima atau masih berupa piutang yang masih perlu ditagih.

Laporan Arus Kas menunjukkan :

  1. Aliran Kas Masuk
  2. Aliran Kas Keluar

Saya menggunakan format Laporan Alur Kas saya sendiri sebagai berikut :

Pendapatan Pendapatan

yg sudah diterima

Biaya Laba

Operasional

Arus Kas
Bulan Masuk Keluar Saldo
1 100.000 30.000 30.000 70.000 30.000 30.000 0

 

Bila melihat contoh diatas, pendapatan di bulan pertama adalah 100.000 da biaya sebesar 30.000 berarti ada keuntungan sebesar 70.000. Namun pendapatan yang sudah diterima hanya 30.000 dengan biaya dibulan tersebut sebesar 30.000 berarti saldo kas yang dimiliki adalah 0.

Jika kita hanya melihat Laba usaha maka kita akan berfikir bahwa kita punya uang sebesar 70.000 padahal sebenarnya uang kita 0

Dan dengan saldo 0 kita tidak bisa melakukan pembayaran berbagai aktifitas yang diperlukan.

Karena itu selain memfokuskan usaha pada menciptakan pendapatan kita juga perlu memperhatikan kapan pendapatan tersebut bisa terealisasi menjadi kas di rekening kita.

MENGHITUNG CADANGAN KAS YANG DIBUTUHKAN

Pada umumnya bila menjual secara ritel kita akan menerima uang langsung pada saat transaksi selesai contohnya berdagang warung makan, setelah pelanggan selesai makan maka pelanggan langsung membayar namun ada juga jenis usaha dimana pembayaran dilakukan dengan tempo (waktu) pada umumnya tempo pembayaran yang diberikan 15,30,45,60 sampai 90 hari.

Jadi apabila penjualan dilakukan di tanggal 1 April dan diberikan waktu pembayaran selama 15 hari maka pembayaran perlu dilakukan di 15 April.

Adanya jeda waktu antara penjualan, pembayaran dan waktu pembelian inventori membuat manajemen pengelolaan arus kas menjadi penting karena ada waktu waktu menunggu uang masuk namun ada biaya biaya yang perlu dibayarkan.

Contoh.

Usaha Dagang ABC menghitung bahwa pada umumnya barang dagangan (inventori) tersimpan digudang selama 15 hari sebelum akhirnya terjual. Lalu pada umumnya UD ABC boleh menagih setelah 45 hari kerja dari penjualan dan ketika invoice (tagihan) diterima oleh pembeli, pembeli meminta tempo 30 hari untuk melakukan pembayaran, ilustrasinya seperti tabel dibawah :

Hari
Lamanya Inventori di gudang 15
Lamanya proses penjualan 45
Lamanya proses pembayaran 30
Siklus Arus Kas 90

 

Berarti pada dasarnya siklus cashflow yang berlaku di UD ABC dihitung dari saat uang dikeluarkan untuk pembelian inventori hingga saat uang hasil penjualan diterima,yaitu : 90 hari kerja.

Didalam 90 hari kerja ini tentu saja ada biaya biaya yang tetap berjalan seperti pembayaran gaji bulanan, bayar sewa tempat, listrik, air, dan lain lain.

Karena itu UD ABC perlu mempunyai cadangan kas yang bisa menutup biaya operasional selama 90 hari kerja. Bila UD ABC tidak mengelola arus kas dengan baik didalam 90 hari tersebut maka bisa saja UD ABC akan bangkrut karena kehabisan kas dan tidak bisa membayar berbagai supplier.

Butuh diskusi tentang cashflow jangan sungkan menghubungi sander@sapiterbang.asia

Baca juga : Comfort zone.

Dapatkan Ide dan Perhitungan Biaya dan Untung 50 usaha kecil lainnya disini 

PONDASI SUKSES : 9 Hal yang dimiliki oleh orang sukses, apakah Anda memilikinya ?

Tarik perhatian HRD dan Rekruiter dalam 6 detik : Cara membuat CV yang efektif.

Loading...