Filosofi Bekerja dan Mengelola Keuangan

RupiahBeberapa tahun yang lalu ketika saya sedang mulai merintis karir, Ayah saya sempat mengucapkan kata-kata yang sangat berkesan

“Kamu gak usah bantu Ayah (secara finansial), Kamu sedang membangun hidup kamu sendiri, Ayah gak mau membebani hidup kamu, Ayah masih bisa cari uang sendiri”

Kata-kata sederhana ini memiliki makna yang sangat dalam.

Inti yang saya dapat adalah, saya beruntung memiliki orang tua yang tidak mau membebani disaat  saya sedang membangun hidup walaupun demikian saya tetap membantu orang tua saya.

Coba kita renungkan disaat usia orang tua kita yang semakin tua dimana tubuh semakin renta dan kesempatan usaha semakin mengecil , orang tua kita membutuhkan bantuan namun disisi lain kita pun masih muda dan sedang berusaha membangun karir kita.

Dua kondisi yang sebenarnya sama-sama negative. Kondisi dimana jika salah satu pihak pincang maka dua-duanya akan jatuh berantakan.

Hal ini membuat saya menciptakan filosofi  sendiri didalam mengelola keuangan.

  1. Saya tidak mau menjadi beban bagi anak saya di masa mendatang
  2. Saya harus mensupport orang tua saya di saat mereka sudah tidak mampu bekerja
  3. Saya harus bisa mensupport diri saya sendiri saat sekarang dan di saat saya tua

Coba kita melihat jauh kedepan berapa banyak kesempatan yang ada

Anggap saja kita sekarang berumur 30 tahun dan kita akan pensiun di usia 60 tahun

Pendapatan kita sekarang 3 juta rupiah – dengan mengabaikan inflasi dan kenaikan gaji-

Pengeluaran kita untuk kehidupan sehari-hari adalah 2.8 juta sehingga menyisakan hanya 200 ribu untuk menabung, maka bila kita proyeksikan:

Dalam 5 tahun tabungan kita adalah : 5 tahun x 12 bulan x 200.000 = 12 juta rupiah

Dalam 10 tahun tabungan kita adalah : 24 juta rupiah

Dalam 15 tahun tabungan kita adalah : 36 juta rupiah

Dalam 30 tahun tabuangan kita adalah : 72 juta rupiah

Uang sebesar 72 juta rupiah tidaklah cukup untuk membiayai kehidupan kita dimasa pensiun.

Namun uang sebesar 12 juta di tahun ke 5, cukup untuk kita gunakan membuka sebuah warung kecil sebagai bisnis sampingan untuk menambah pendapatan kita.

Atau uang sebesar 10 juta rupiah di tahun ke 10 cukup untuk kita taruh di Reksadana yang menghasilkan timbal balik rata-rata 12-18% setahun.

Tujuan utama yang perlu kita ingat adalah kita bekerja dan mendapat penghasilan tidak hanya untuk menghidupi diri kita disaat sekarang tapi juga dimasa pensiun kita. Usia pensiun kita 60 tahun dan kita mungkin baru meninggal di usia 80 tahun, jadi kita masih akan hidup 20 tahun setelah pensiun, 20 tahun adalah waktu yang sangat panjang.

Akan bagaimana hidup kita di 20 tahun tersebut bergantung pada apa yang kita lakukan sekarang, apakah kita akan hidup bergantung dari anak kita atau kita bisa mandiri.

Dan ingat bila kita bergantung pada anak kita ada kemungkinan anak kita bisa mencapai tingkat optimal mereka karena sumberdaya uang yang bisa diputar ke usaha untuk menghasilkan timbal balik yang lebih besar terpakai untuk mensupport kita, sehingga secara menyeluruh keluarga kita akan jalan ditempat.

Pertimbangan ini yang memberikan rasa “takut” di diri saya dan pada akhirnya saya menciptakan filosofi keuangan saya pribadi dengan tujuan saya tidak terjebak didalam kondisi seperti diatas :

  1. Menabung adalah prioritas pertama, di setiap awal bulan sebelum membayar tagihan-tagihan selalu tabung terlebih dahulu, lalu setelah tagihan baru anggaran untuk jajan, bagi saya tidak apa-apa bila anggaran untuk jajan menjadi kecil karena tabungan penting sebagai upaya saya untuk menyiapkan dana di masa tua yang akan saya gunakan untuk hidup ketika  sudah tua dan tidak bisa bekerja.
  1. Kembangkan asset melalui berbagai instrument yang ada, Menabung secara tradisional di Bank tidaklah cukup karena bunga yang kecil dan selalu tergerus oleh inflasi karena itu perlu terus mengedukasi diri sendiri mengenai berbagai instrument keuangan yang ada dan memilih instrument keuangan yang terasa nyaman : dalam hal ini saya memilih Reksadana karena saya tidak nyaman dengan saham dan instrument turunan lainnya.
  1. Ciptakan Asset baru, Saya secara pribadi memilih untuk mengeluarkan uang dalam membangun berbagai usaha baru dibandingkan membeli mainan baru atau mencicil mobil baru. Prinsip saya adalah sama seperti bercocok tanam, tidak semua bibit yang ditabur akan berhasil dan hasilnya memang lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil, namun ketika satu dari sekian puluh usaha berhasil, satu usaha yang berhasil ini akan menjadi mesin “cetak uang” yang bisa diandalkan untuk masa tua.

Jika orang lain punya hobi mengumpulkan Lego atau mendandani mobilnya, mungkin hobi saya menciptakan usaha baru, he he he..

Bila saya kehilangan uang saya dalam usaha , maka saya akan menganggap itu sebagai biaya belajar. Saya tidak melihat kerugian didalam kegagalan usaha karena kegagalan tersebut selalu menjadi ilmu yang berharga.

  1. Proteksi adalah penting, Ada yang menganggap asuransi adalah buang-buang uang saya tidak melihatnya demikian, saya melihatnya asuransi sebagai bemper pertama ketika terkena sebuah musibah yang datang secara tiba-tiba, memang asuransi tidaklah murah namun saya merasa jauh lebih tenang mengetahui bahwa jika tiba-tiba terkena musibah ada pihak yang akan menanggung saya (walau tidak menanggung penuh)

Proteksi yang lain adalah proteksi nilai rupiah kita. Sayangnya nilai Rupiah tidak bisa djadikan jaminan karena memang secara makro struktur ekonomi kita belum mensupport penguatan rupiah,  karena itu diversifikasikan Rupiah kita kedalam berbagai bentuk yang lain, ada yang dalam bentuk property, ada yang dalam bentuk mata uang asing ada pula dalam bentuk emas.

Note : baca kenapa menurut saya nilai rupiah akan terus melemah (Akan segera terbit)

Berapapun besarnya pendapatan kita, bila kita mau melihat jauh kedepan ke masa tua maka kita melihat bahwa kita membutuhkan kedisiplinan didalam mengendalikan gaya hidup.

Penyesalan saya adalah saya baru menyadari pentingnya disiplin keuangan ini ketika berumur 28 tahun, bila saya sadar di usia 20 tahun , saya bisa pastikan kehidupan saya sekarang pasti sudah jauh lebih stabil.

Leave a reply