Dibina atau dibinasakan !

BUNGKUSAN YANG INDAH

Di Bulan Februari 2015 rekan kerja perusahaan tempat saya bekerja cabang kota Dili, Timor Leste mengundurkan diri. Kantor perusahaan kami cabang Dili memang hanya memiliki 1 orang staff karena natur pekerjaan yang kebanyakan tugas diselesaikan oleh tim kami di Jakarta.

Karena itu kami pun mulai mencari pengganti, akhirnya pada bulan Maret 2015 kami pun mendapatkan pengganti. Dalam proses interview semua hasilnya baik dan sangat menjanjikan.

Setelah bekerja selama 2 bulan waktunya saya berkunjung ke kantor cabang kami di Dili dan dalam proses bekerja dengan staff baru kami, saya menemukan banyak kekurangan didalam kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh staff baru kami.

Saya pun mendapat tambahan tugas untuk membimbing dan mendevelop staff baru kami ini, 1 bulan kedua telah berlalu dan tidak tampak perbaikan yang signifikan.

Saya merasa seperti seseorang yang mendapatkan hadiah dengan bungkus kado yang indah namun setelah saya buka bungkusnya saya kecewa dengan isinya. Dalam kondisi seperti ini saya pun mulai bertanya “lebih baik dibina atau dibinasakan?”

KARYAWAN SEUMUR HIDUP

benihSaya mempunyai prinsip – prinsip dalam kehidupan yang saya percayai adalah 100% benar, yaitu  : “Tidak ada manusia bodoh di dunia ini” yang ada hanyalah manusia yang tidak mendapat kesempatan untuk berkembang sama seperti saya.

Dengan prinsip “tidak ada manusia bodoh di dunia ini” maka saya berusaha untuk menjalankan usaha dengan sistim “Karyawan Seumur Hidup”, sistim ini berarti bahwa saya akan berusaha untuk menemukan posisi, kondisi dan pekerjaan yang cocok untuk seseorang sehingga orang tersebut bisa berkembang secara optimal bagi diri sendiri dan juga perusahaan.

Pengecualian pemecatan bisa terjadi bila saya di perhadapkan pada kondisi yang menunjukkan karakter yang buruk seperti : pencurian, mabuk pada saat kerja, dan lain – lain.

PROMOSI DAN KERJASAMA

Setiap pekerja pasti ingin kenaikan gaji setiap tahun dan juga promosi. Kenaikan gaji sudah dianggap sebagai suatu keharusan yang padahal sebenarnya bukan begitu, kenaikan gaji harusnya menyesuaikan dengan omzet perusahaan. Omzet perusahaan yang juga bergantung pada prestasi setiap individu di perusahaan. (Namun hal ini tidak perlu dibahas lebih lanjut)

Kekhawatiran yang ada adalah bahwa pada akhir tahun nanti saya tidak akan bisa memberikan apresiasi yang baik terhadap staff Dili kami dan hal ini akan mengecewakan saya dan staff Dili kami.

Karena prinsip “karyawan seumur hidup” yang saya miliki, maka saya ingin menciptakan kondisi dimana pada akhir tahun dimana kami sama-sama mereview hasil pekerjaan kami, saya ingin dapat menyampaikan hasil review yang positif yang juga diikuti dengan reward finansial yang baik.

Bila hingga akhir tahun performa staff Dili kami tidak membaik maka saya takut akan mendapatkan Zombie di perusahaan kami.

Saya tidak suka terhadap “Zombie Perusahaan” mereka masuk bekerja di pagi hari, bekerja setengah hati dan pulang di sore hari. Mereka tidak memiliki kedekatan sama sekali terhadap pekerjaan dan biasanya mereka cenderung berbicara negative mengenai perusahaannya.

Zombie Perusahaan menyedot energi positif yang ada, Zombie Perusahaan juga menghambat perusahaan dari bergerak cepat dan pada akhirnya Zombie Perusahaan seperti parasit yang menyedot arus kas tanpa memberikan kontribusi signifikan.

Merupakan tugas saya untuk mencegah karyawan yang berpotensi berubah menjadi zombie.

Saya khawatir bila saya tidak bisa menemukan posisi dan pekerjaan yang cocok dengan staff Dili kami, maka dia akan berubah menjadi Zombie di perusahaan kami.

TITIK TERANG

Sejauh ini pekerjaan harian staff kami bersifat pekerjaan di belakang meja yang penuh dengan dokumentasi dan beberapa analisa singkat. Hingga suatu saat ada peluang dimana muncul sebuah aktifitas pekerjaan baru yang menuntuk pekerjaan lapangan, dimana staff kami harus melakukan canvassing dan collection.

Di luar dugaan saya Andi cukup semangat pada saat canvassing dan juga cukup senang dengan aktivitas luar lapangan. Saya pun bersyukur akhirnya ditemukan juga posisi dan kondisi (paling tidak disaat ini) yang pas dengan staff kami.

KESIMPULAN

UNTUK MANAJEMEN

Seorang pekerja adalah sama seperti sebuah alat di tangan seorang seniman. DImana karya seni yang dihasilkan bergantung pada kerjasama antara alat dan seniman tersebut. Alat adalah pekerja dan seniman adalah manajemen.

Dengan prinsip “tidak ada manusia bodoh” maka manajemen harus mempunyai kemauan yang kuat untuk mencarikan posisi dan kondisi pekerjaan yang membuat alat tersebut berkembang dan bersinar.

Dan adalah tugas Manajemen untuk mencegah timbulnya ZombiePerusahaan.

UNTUK PEKERJA

Untuk bisa terus maju dan berhasil dalam hidup ini kita harus terus memperkaya diri dengan pengalaman dan keahlian yang baru, kita tidak bisa berdiam diri saja. Kita harus terus mencari cara untuk maju. Kesuksesan kita tidak tergantung pada orang lain, semua bergantung pada diri kita sendiri.

Jadi jangan mau perkembangan diri kita dihambat oleh manajemen tempat kita bekerja, dunia ini tidak sempurna karena itu selalu carilah cara untuk bisa berkembang dan maju.

Menjawab pertanyaan “Dibina atau dibinasakan” maka jawabannya adalah selama waktu mengijinkan selalu di bina karena tidak ada manusia yang bodoh di dunia ini.

Leave a reply