Cara membuat Marketing Plan

marketing plan

Saya mempunyai sebuah teman namanya Bram, beliau adalah seorang pedagang Baju Muslim di Jakarta, yang menarik dari teman saya ini adalah kepintaran beliau didalam menentukan pangsa pasar yang dikejar olehnya.

Saya bertanya kepada Bram, “Bram kenapa kamu buka toko Baju Muslim dan kamu jualannya kemana  ?”

Lalu jawaban Bram mengejutkan saya karena pemaparannya yang sangat logis, saya urutkan pemaparan teman saya :

  1. “Der, ada berapa orang muslim di Indonesia ? banyak banget, lalu berapa banyak yang wanita bisa dibilang hampir 50% berarti bisa dibilang ada ratusan juta perempuan muslim di pulau jawa saja ada puluhan juta perempuan muslim”
  2. “Gw memang buka toko, tapi kalau hanya mengharapkan penjualan dari traffic –orang yang lewat depan toko- kecil omzetnya, jadi gw buka data BPS (Badan Pusat Statistik) gw cari kota-kota di Jawa yang banyak penduduk wanita muslimnya, lalu gw samperin kota-kota tersebut untuk cari pedagang grosir disana, lalu gw jualan deh ke mereka, tiap ada barang baru gw tinggal kirim gambar aja pake HP”

Saya terkejut ketika mendengar pemaparan Bram, walau usahanya tampak sederhana namun cara Bram melakukan penetrasi pasar tidak sederhana, Bram bergerak berdasarkan data dan langkah-langkah yang diambil sangat logis dan tepat sasaran.

Sebetulnya Bram sudah membuat dan melakukan Marketing Plan yang tajam dan tidak banyak orang yang saya temui bisa memaparkan selugas Bram.

Membuat Marketing Plan tidaklah sulit, tujuan dari Marketing Plan bukan untuk mempersulit hidup kita tapi memberikan panduan pola berfikir agar kita dapat lebih tajam mempenetrasi pasar kita.

BEBERAPA ASPEK DIDALAM MARKETING PLAN

TUJUAN SEBUAH MARKETING PLAN

Pada umumnya tujuan sebuah marketing plan adalah :

  1. Meluncurkan sebuah produk atau jasa baru
  2. Ekspansi atau mempertahankan pangsa pasar
  3. Menaikkan revenue sebuah produk atau jasa tertentu
  4. Memperkenalkan dan Cross-Sell sebuah produk dengan produk lain
  5. Memperkenalkan harga baru ( menaikkan harga baru tanpa memotong penjualan)

PERSIAPAN SEBELUM MENULIS MARKETING PLAN

  1. Ketahui posisi keuangan kita paling tidak kita tahu berapa penjualan kita sekarang dan besar biaya operasional kita sekarang
  2. Ketahui produk atau service yang sudah kita miliki (bila ada)
  3. Pengetahuan kita akan pasar (siapa saja saingan kita, tipe konsumen yang ada, dll)

BAGIAN MARKETING PLAN

  1. SITUASI PASAR

Agar usaha kita berhasil kita perlu mengetahui situasi pasar kita, berikut beberpa hal yang perlu kita ketahui

  1. Siapa saja saingan kita, apakah ada barang sejenis dengan kita di pasar.
  2. Berapa besar pangsa pasar yang kita tuju
  3. Apakah sudah ada harga pasar yang berlaku atau belum
  4. Bagaimana cara kita mengirim produk atau jasa kita ke konsumen kita
  5. Siapa yang akan menjadi konsumen kita (umur, pendapatan, kebiasaan, dll)
  6. Apakah sudah ada orang lain yang mencoba melakukan yang akan kita lakukan ? lalu bagaimana hasilnya ? apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman itu ?

Inti dari bagian ini adalah untuk mencari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai pasar yang ingin kita tuju, semakin banyak hal yang kita tahu semakin baik.

Informasi mengenai situasi pasar paling mudah bisa kita cari di Google namun jauh lebih baik bila kita bisa mendapatkan informasi ini langsung dari pasar melalui observasi dan juga pengalaman.

  1. TANTANGAN DAN PELUANG

Setelah kita mengetahui kondisi pasar, sekarang saatnya kita melihat apa tantangan dan peluang yang ada :

  1. Apa trend pasar yang terjadi sekarang ? apakah demand produk dan jasa kita akan terus bertumbuh atau akan menurun ? apakah ada barang pengganti yang bisa menjadi saingan kita ?
  2. Apakah ada barang lain yang tidak berhubungan langsung dengan produk atau jasa kita namun bisa membantu penjualan produk dan jasa kita ? (contoh penjualan cat dinding dengan semakin mudahnya untuk mendapatkan kredit renovasi rumah)
  3. Apakah ada peraturan baru yang akan menghalangi (tantangan) atau membantu (peluang) kita didalam berusaha ?
  1. MERUMUSKAN TINDAKAN

Setelah memaparkan situasi pasar dan tantangan dan peluang yang ada maka kita perlu merumuskan tindakan-tindakan apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan  utama kita.

 

  1. ANGGARAN DAN KONTROL BIAYA

Setelah kita bisa merinci tindakan-tindakan apa yang bisa kita lakukan maka kita perlu membuat anggaran dan menyandinkan besarnya anggaran tersebut dengan tujuan yang ingin kita capai.

Contoh : Mengeluarkan budget 100 juta untuk berikan dengan harapan bisa mendapatkan 10.000 customer baru.

Kembali ke cerita awal saya mengenai teman saya Bram, dalam caranya sendiri jika kita melihat point-point marketing plan diatas maka bisa kita katakana bahwa Bram sudah memenuhi point – point diatas.

Marketing Plan bertujuan untuk membantu mengingatkan kita hal-hal apa yang perlu kita perhatikan jadi  jangan anggap sebuah Marketing Plan sebagai sebuah dokumen yang menyulitkan dan menambah pekerjaan kita.

Bila dikerjakan dengan benar sebuah Marketing Plan akan menarik sekali, kita menjadi seperti sebuah detektif yang berusaha mencari fakta-fakta di pasar yang kita tuju.

Butuh diskusi jangan sungkan email saja di sander@sapiterbang.asia

Baca juga : “Beach Head” Strategi didalam penetrasi pasar.

 

Leave a reply