rencana usaha

Business Plan bukanlah sebuah dokumen sakral yang tidak bisa dirubah. Sebuah Business Plan harus mempunyai fleksibilitas dan bisa beradapatasi dengan situasi dan kondisi yang ada tanpa merubah prinsip – prinsip utama usaha.

Business Plan adalah sebuah “Living Document” sebuah dokumen yang hidup, artinya dari waktu ke waktu kita akan kembali membuka dokumen ini dan melakukan revisi-revisi terhadap dokumen ini (Saya biasanya kembali me-review dan menyesuaikan Business Plan saya setiap bulan)

Sebuah Business Plan adalah sebuah cerita mengenai sebuah usaha. Layaknya sebuah plot cerita yang baik, kita sebagai pelaku usaha harus mengetahui luar dan dalam dari sebuah cerita tersebut. Pada cerita ini inti yang disampaikan adalah

  1. Siapa yang melakukan usaha ini (sendirikah ? apakah ada team ? berpengalamankah ?)
  2. Mengapa usaha ini perlu dilakukan
  3. Siapa yang akan membeli / membutuhkan / menjadi konsumen dari usaha ini
  4. Berapa besar pasar yang tersedia di usaha ini
  5. Berapa lama jangka waktu yang diperlukan usaha ini dari awal hingga mandiri
  6. Apa rencana langkah-langkah kegiatan yang ini dikerjakan pada situasi
    • Semua asumsi / perkiraan kondisi tercapai dengan sangat baik
    • Asumsi / perkiraan kondisi tidak tercapai dengan baik
  7. Kondisi seperti apa yang bisa dikatakan bahwa usaha ini sudah berjalan dengan baik

Jadi sebenarnya sebuah Business Plan hanyalah pemaparan logis dari sebuah usaha. Jika kita menemukan bahwa ada aspek-aspek yang tidak bisa kita jelaskan atau kita tidak benar-benar mengerti ini adalah tanda bahwa kita lemah di aspek tersebut dan bisa saja itu berarti persiapan kita untuk bisnis ini masih kurang.

Resiko dari persiapan Anda yang kurang adalah bisnis Anda bisa saja mati sebelum waktunya.

“If you fail to planned, you planned to fail” – Bila kamu gagal untuk membuat rencana, maka kamu merencanakan kegagalan kamu sendiri.

Perlu diingat kita tidak perlu bisa menjelaskan semua hal secara detail akan ada hal-hal yang tidak kita ketahui. Yang terpenting adalah kita mengerti kondisi yang ada dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menjalankan usaha kita.

Sebuah Business Plan yang baik adalah

  1. Sebuah Business Plan yang cukup ketat namun memberikan ruang untuk bisa melakukan manuver untuk menyelamatkan usaha
  2. Sebuah Business Plan yang jujur, yang mangakui bahwa untuk sebuah usaha baru untuk mempunyai pendapatan yang tetap selama 3-9 bulan pertama adalah hal yang sulit.

Jadi sebuah business plan untuk usaha awal harus :

  1. Konservatif (berhemat) dan optimal (tepat guna) didalam biaya
  2. Menyediakan dana yang cukup untuk beroperasi tanpa pendapatan selama 6-12 bulan
  3. Rasional dan Jujur didalam menetapkan target penghasilan
  1. Sebuah Business Plan harus mempunyai fleksibilitas didalam permasalahan biaya, karena biaya adalah satu-satunya hal yang pasti didalam usaha, gaji, biaya listrik, air dkk harus di bayar dengan atau tanpa pendapatan, jadi sebuah Business Plan harus menunjukkan fleksibilitas didalam pengaturan biaya.
  2. Sebuah Business Plan harus sederhana dan mudah dimengerti jangan membuat Business Plan sebagai sebuah dokumen yang final dan tidak bisa dirubah, Business Plan adalah sebuah :
    • Dokumen yang kita jadikan panduan didalam menjalankan bisnis kita
    • Dokumen yang hidup dan mudah kita sesuaikan dengan jalannya bisnis kita.

Beberapa informasi yang bisa digunakan didalam pembuatan Business Plan

  1. Cara membuat Business model Canvas – Sebuah panduan visual didalam mendesign sebuah bisnis dengan semua aspek yang perlu diperhatikan didalam sebuah usaha dipaparkan secara visual dengan cara yang mudah dipahami.
  2. Cara membuat Marketing Plan – Pemaparan singkat mengenai hal-hal apa yang perlu diperhatikan didalam mempentrasi pasar.
  3. Keuntungan (Profit) atau Arus Kas (Cash flow) yang lebih penting?

Bila membutuhkan format Business Plan, bisa di google untuk mendapatkan berbagai macam format Business Plan yang sesuai dengan kebutuhan.

Butuh diskusi jangan sungkan email saja di sander@sapiterbang.asia