Head in HandsBeberapa hari yang lalu teman saya menghubungi saya untuk berkonsultasi perihal menjadi seorang wirausaha. Dengan semangat tinggi namun didalam suaranya saya bisa merasakan ada rasa “kepepet” dia mencari peneguhan apakah sebaiknya menjadi wirausaha atau tetap menjadi karyawan. Karena saya mendengar ada rasa “kepepet” didalam suaranya, saya tidak mau teman saya memaksakan diri menjadi seorang wirausaha dan akhirnya malah jatuh kedalam kondisi yang lebih buruk.

Saya memilih untuk tidak menjawab pertayaannya secara langsung melainkan saya jabarkan pengalaman saya sebagai seorang wirausaha dan bertanya balik kepadanya “Kalau kamu siap untuk menjalani semua ini, silahkan berwirausaha”

Berikut 25 Kondisi tidak nyaman sebagai seorang wirausaha

  1. Ada kondisi dimana uang pegawai kamu lebih banyak dari kamu, karena uang kamu sudah habis dipakai untuk bayar berbagai macam biaya dan gaji gaji pegawai kamu.
  2. Ketika kamu mendapatkan uang besar kamu ragu untuk membelanjakannya karena kamu tidak tahu kapan lagi kamu akan mendapat orderan.
  3. Setiap hari selalu saja ada masalah baru.
  4. Setiap hari kamu harus selalu keluar dari zona nyaman (comfort zone)
  5. Ketika meluncurkan layanan atau produk bisa dipastikan akan gagal pada saat – saat pertama, ketika kamu meluncurkan kembali produk kamu untuk kedua atau ketiga kali baru terlihat hasil. (Baca : Kegagalan yang produktif)
  6. Kamu harus berbaik hati dan cari muka kebanyak orang ,bahkan kepada orang-orang yang kamu tidak sukai karena kamu tahu bahwa orderan bisa datang dari mana saja.
  7. Kamu harus menurunkan ego kamu karena kamu harus menjadi pendengar yang baik untuk konsumen dan karyawan kamu.
  8. Ada saat – saat dimana usaha kamu akan menjadi prioritas dan kamu harus menomor dua kan keluarga kamu karena kamu tahu bila kesempatan bisnis ini hilang, keluarga kamu akan susah makan.
  9. Secara resmi kamu mengumumkan jam kerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore tapi kenyataannya otak kamu tidak pernah berhenti bekerja dan bahkan hari liburpun otak kamu masih memikirkan usaha kamu.
  10. Kamu akan merasa menjadi orang paling ditolak sedunia ketika berusaha mencari modal tambahan atau meningkatkan penjualan.
  11. Kamu harus berurusan dengan berbagai dokumen dan birokrasi perijinan dan perpajakan yang dahulu bisa kamu jauhi.
  12. Kamu akan mulai memilih teman-teman kamu karena kamu letih berteman dengan orang-orang yang negative dan selalu mengecilkan usaha kamu, kamu akan mulai berteman dengan orang-orang yang mensupport dan mendukung usaha kamu.
  13. Kamu akan putar otak terus untuk membuat produk atau layanan kamu lebih unik dari toko sebelah. (terdengar mudah namun sebenarnya Ini tidak mudah)
  14. “Jangan menyerah.. habis gelap terbitlah terang” jadi moto/doa kamu setiap bangun pagi dan ketika akan tidur malam.
  15. Kamu akan terbebani pemikiran bahwa sukses atau gagalnya usaha kamu semua bergantung pada kamu sendiri.
  16. Kamu selalu merasa bahwa kamu di ambang kehilangan usaha kamu (bankrut) lalu kamu mulai berfikir “keluarga saya akan makan apa kalau saya bangkrut”
  17. Kamu akan lupa, kapan terakhir kali kamu dapat THR ? (karena kamu memilih untuk menggaji karyawan terlebih dahulu daripada diri kamu)
  18. Pemikiran kamu dipenuhi dengan pemikiran mengenai arus kas (Cashflow) dan kamu berharap pelanggan kamu segera membayar invoice kamu.
  19. Teman-teman kita yang bekerja sebagai karyawan selalu berkata “enak ya, jadi bos.. gak usah kerja capek capek” padahal jiwa,raga dan otak sudah luluh lantak dan kitapun tetap tersenyum.
  20. Kita merangkap dari jadi pembantu, OB, kuli panggul, akuntan, marketing, sales sampai direktur, semua kita kerjakan, demi menjaga kelangsungan usaha kita.
  21. Ketika semua berjalan dengan baik dan usaha kita berkembang, kita sadar bahwa kita tidak bisa mengontrol semua hal dan mulai belajar untuk mempercayai karyawan kita dengan tanggung jawab yang besar.
  22. Kamu sadar bahwa sebenarnya kamu tidak pernah 100% memegang kendali, kapan saja, dimana saja bisa tiba-tiba ada masalah besar yang bisa langsung menjatuhkan usaha kamu.
  23. Kamu sadar bahwa jalan menuju kesuksesan tidak semudah yang kamu pikirkan atau yang orang-orang katakana.
  24. Kamu sadar bahwa keluarga kamu adalah satu – satunya hal yang selalu ada untuk kamu tanpa memandang apakah kamu sedang sukses atau sedang jatuh
  25. Kamu sadar bahwa sebenarnya hidup ini semua ditangan Tuhan dan kamu tidak punya kendali sama sekali sehingga kamupun mendekat dan berserah kepada Tuhan.

Menjadi seorang wirausaha memang tidak mudah, blog bukan untuk membuat seseorang mengurungkan niatnya untuk menjadi wirausaha. Pandanglah blog ini sebagai contekan akan kondisi yang akan terjadi dimasa depan agar kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Baca : Persiapan sebelum membuka usaha.

Pada akhirnya kesimpulan saya adalah :

“Anehnya perasaan “rapuh” ini membuat saya merasa jauh lebih hidup, lebih bersemangat daripada ketika saya merasa “aman” sebagai karyawan.”

Baca : 7 tanda Anda lebih baik jadi karyawan daripada wirausaha.